Komputer Sebagai Media
Pembelajaran
Media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk
keperluan pembelajaran (Scramm,1977). Media merupakan alat yang harus ada apabila
kita ingin memudahkan sesuatu dalam pekerjaan. Kata media itu sendiri berasal
dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang berarti
‘’pengantar atau perantara’’, dengan demikian diartikan bahwa media merupakan
wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan.
Media yang difungsikan sebagai sumber belajar bila dilihat dari pengertian
harfiahnya juga terdapat manusia di dalamnya, benda, ataupun segala sesuatu
yang mmungkinkan untuk siswa memperoleh informasi dan pengetahuan yang berguna
bagi dirinya dalam pembelajaran, dan bagaimana dengan adanya mediaa berbasis
TIK tersebut, khususnya menggunakan presentasi power point di mana anak didik
mempunyai keinginan untuk maju, dan juga mempunyai kreatifitas yang tinggi dan
memuaskan dalam perkembangan dirinya dikehidupan yang akan datang.
Arief S. Sadiman (1984:6) mengatakan bahwa ‘’edia adalah segala alat fisik
yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar, seperti film,
buku dan kaset’’. Dari pandangan tersebut dapat dikatakan bahwa media merupakan
alat yang memungkinkan siswa untuk mengerti dan memahami sesuatu dengan mudah
untuk mengingatnya dalam waktu yang lama dibandingkan dengan penyampaian materi
pelajaran dengan cara tatap muka dan ceramah tanpa alat bantu atau media
pembelajaran. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih media
pembelajaran, adalah sebagai berikut:
Dalam memilih penggunaan media pembelajaran mendapat prioritas pertama
adalah mempertimbangkan aspek tujuan.
- Komponen karakteristik
media pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiliki karakteristik tertentu baik dilihat segi
kehandalannya, cara pembuatannya dan cara penggunaannya.
Kesesuaian
dengan rencana kegiatan, sasaran belajar, tingkat keterbacaan media, situasi
dan kondisi, dan objektivitas.
a. Media
pembelajaran berbasis TIK,merupakan hal yang tidak mudah. Dalam menggunakan
media tersebut harus memerhatikan beberapa teknik agar media yang dipergunakan
itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak menyimpang dari tujuan
pembelajaran tersebut.
b. E-learning
(Pembelajaran berbasis web), pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran
mengondisikan siswa untuk belajar secara mandiri. Para siswa dapat mengakses
secara online dari berbagai perpustakaan, museum, databese dan mendapatkan
sumber primer tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi, rekaman, laporan,
data statistik
Aplikasi komputer sebagai alat bantu proses belajar sesuai dengan kemampuan
dan kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditayangkan.
Penggunaan komputer dalam proses belajar membuat mahasiswa dapat melakukan
kontrol terhadap aktivitas belajarnya. Komputer dapat menciptakan iklim belajar
yang efektif bagi mahasiswa yang lambat (slow learner),disamping itu, komputer
dapat diprogram agar mampu memberikan umpan balik terhadap hasil belajar dan
memberikan pengukuhan terhadap prestasi belajar mahasiswa.
Kelemahan pertama komputer adalah tingginya biaya
pengadaan dan pengembangan program komputer, terutama yang dirancang khusus
untuk maksud pembelajaran. Masalah lain adalah compability dan incompability
antara hardware dan software. Penggunaan sebuah program komputer biasanya
memerlukan perangkat keras dengan spesifikasi yang sesuai.
Prinsip-prinsip
Pembelajaran Berbasis Komputer
Perkembangan komputer dalam bidang pendidikan,
khususnya dalam pembelajaran sebenarnya merupakan mata rantai dari sejarah
teknologi pembelajaran. Sejarah teknologi pembelajaran ini sendiri merupakan
kreasi berbagai ahli dalam bidang terkait, yang pada dasarnya ingin berupaya
dalam mewujudkan ide-ide praktis dalam menerapkan prinsip didaktik, yaitu
pembelajaran yang menekankan perbedaan individual baik dalam kemampuan maupun dalam
kecepatan.
Teori-teori psikologi persekolahan yang terkait dengan belajar tuntas (mastery
learning) dengan tokoh-tokohnya seperti John B. Carrol, Jerome S. Bruner dan
Benjamin S. Bloom juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan teknologi
pembelajaran. Selain itu kerangka acuan yang terkait dengan perancangan atau
desain pembelajaran juga turut menyemarakkan perkembangan teknologi
pembelajaran yang selanjutnya digunakan juga sebagai acuan dalam penyusunan
bingkai kerja dalam mengembangkan pembelajaran berdasarkan komputer.
Perspektif historis pembelajaran
berasaskan komputer dimulai dari munculnya ide-ide untuk menciptakan perangkat
teknologi terapan yang memungkinkan seseorang melakukan proses belajar secara
individual dengan menerapkan prinsip-prinsip didaktik tersebut.
Menurut
Rusman dkk (2012:154-155) ada empat prinsip pembelajaran berbasis komputer,
diantaranya adalah sebagai berikut:
- Berorientasi
pada Tujuan Pembelajaran
Dalam mengembangkan pembelajaran berbasis komputer
harus berorientasi pada tujuan pembelajaran baik kepada standar kompetensi,
kompetensi dasar dan indikatir yang harus dicapai pada sertiap kegiatan
pembelajaran. Apapun bentuk model pembelajaran berbasis komputer yang akan
dikembangkan, baik itu drill, simulasi, games dan tutorial harus berpijak pada
tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dalam hal pembelajaran berbasis
komputer, perencanaan harus dimulai dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP), Silabus, flowchart, dan storyboard
- Berorientasi
pada pembelajaran Individual
Dalam mengembangankan pembelajaran berbasis komputer
juga digunakan prinsip yang berorientasi pada pembelajaran individual.
Pembelajaran individual dapat memberi keleluasaan pada siswa untuk menggunakan
waktu dan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Bagi
siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan cepat selesai dalam mempelajari
konten atau materi pelajaran yang diprogramkan dalam pembelajaran berbasis
komputer. tetapi yang kurang memiliki kemampuan akan terlambat dalam
mengerjakan dan memahami konten yang ada dalam pembelajaran berbasis komputer.
- Berorientasi
pada pembelajaran Mandiri
Pembelajaran berbasis komputer bersifat individual,
sehingga menuntut pembelajaran secara mandiri. Dalam pelaksanaan pembelajaran
berbasis komputer dilakukan secara mandiri dimana guruhanya berperan sebagai
fasilitator dan mediator. Semua pengalaman belajar siswa dikemas dalam program
pembelajaran berbasis komputer dan siswa mengerjakannya secara mandiri pada
komputer masing-masing, bisa jadi digunakan di sekolah atau pun di rumah.
- Berorientasi
paa pembelajaran Tuntas
Keunggulan pembelajaran berbasis komputer adalah
penerapan prinsip belajar tuntas atau mastery learning. dalam
pelaksanaan pembelajaran berbasis komputer semua siswa harus dapat
menyelesaikan semua pengalaman belajar yang dikemas dalam program pembelajaran
berbasis komputer, baik itu berupa pemahaman materi dan tugas mengerjakan tes
atau evaluasi yang harus diselesaikan dengan benar. Bila siswa salah dalam
mengerjakan sial-soallatihan, maka komputer akan memberikan umpan balik bahwa
jawaban siswa salah. Sehingga siswa harus kembali pada uraian materi yang belum
dipahami dan setelah itu siswa dapat kembali ke soal latihan tadi untuk
dikerjakan dengan benar.